Posted on

teori masuknya ajaran hindu-budha

Sebelum masuknya agama Hindu-Budha, masyarakat di Indonesia masih menganut agama yang menyembah nenek moyang, yaitu kepercayaan animisme dan dinamisme. Kepercayaan animisme (dari bahasa Latin anima atau “roh”) adalah kepercayaan kepada makhluk halus dan roh merupakan asas kepercayaan agama yang mula-mula muncul di kalangan manusia primitif. Kepercayaan animisme mempercayai bahawa setiap benda di Bumi ini, (seperti kawasan tertentu, gua, pokok atau batu besar), mempunyai jiwa yang mesti dihormati agar semangat tersebut tidak mengganggu manusia, malah membantu mereka dari semangat dan roh jahat dan juga dalam kehidupan seharian mereka.

Teori-teori masuknya agama Hindu-Budha di kepulauan Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Teori Bahmana

Menurut J.C van Leur teori brahmana menyatakan bahwa masuknya kebudayaan India ke Indonesia dibawa oleh para brahmana. Golongan iniĀ  datang ke Indonesia dengan dua cara, yaitu ikut bersama para pedagang dengan tujuan menyebarkan agama atau undangan oleh para raja, untuk mengajar agama dan meningkatkan taraf kehidupan negerinya.

  1. Teori Kesatria

Menurut F.D.K Bosch teori ksatria menyatakan bahwa masuknya kebudayaan India ke Indonesia disebabkan adanya proses kolonisasi di wilayah India oleh orang-orang India. Raja-raja beserta prajurit India datang menyerang dan mengalahkan kelompok-kelompok masyarakat yang ada di Indonesia. Wilayah koloni-koloni itulah yang menjadi pusat penyebaran kebudayaan India.

  1. Teori Waisya

Menurut N.J Krom teori waisya menyatakan bahwa masuknya kebudayaan India ke Indonesia dibawa dan disebarkan oleh para pedagang India yang singgah di bandar-bandar Indonesia. Hipotesis ini memperkirakan adanya proses bertemu lewat perdagangan. Selain faktor ketertarikan, mungkin juga adanya perkawinan antara para pedagang dengan para penduduk pribumi sehingga para pasangannya mengikuti agama suami atau istri.

  1. Teori Sudra

Teori sudra menyatakan bahwa agama Hindu ke Indonesia dibawa oleh orang-orang India yang berkasta sudra, karena mereka dianggap sebagai orang-orang buangan.

  1. Teori arus balik

Menurut teori ini, yang pertama kali datang ke Indonesia adalah mereka yang memiliki semangat untuk menyebarkan Hindu-Buddha, yaitu para intelektual yang ikut menumpang kapal-kapal dagang. Setelah tiba di Indonesia, mereka menyebarkan ajarannya. Karena pengaruhnya itu, ada di antara tokoh masyarakat yang tertarik untuk mengikuti ajarannya tersebut. Pada perkembangan selanjutnya banyak orang Indonesia sendiri yang pergi ke India untuk berkunjung dan belajar agama Hindu-Buddha di India. Sekembalinya di Indonesia, merekalah yang mengajarkannya kepada masyarakat Indonesia yang lain.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s